This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 07 April 2013

                                      INGGRIS, PERANCIS DAN MASALAH MUANGTH
 A.    LUANG PRABANG
   
Penaklukan Perancis terhadap Cochin cina mengakibatkan perubahan pada hubungan Perancis dan Muangthai. Perancis mengambil alih tempat Vietnam sebagai saiangan terhadap Muangthai untuk menguasai Kamboja. Raja dari Muangthai dipakasa oleh Perancis untuk menerima proteksinya. 4 tahun kemudian Muangthai menanda tangani suatu perjanjian dengan Perancis dan tidak dapat di tolak oleh Muangthai meskipun Battambang dan Siemreap sebagai gantinya. Dalam hal ini usaha Muangthai meluas kearah selatan dan menduduki posisi penting di Malaya tetapi di hentikan oleh Inggris dan politik yang bersifat expansi Perancis dalam negara-negara Laos di pegang oleh Auguste Pavie.
Kedaulatan Muangthai atas negara Laos di Luang Prabang merupakan penolakan yang tidak masuk akal. Pada tahun 1827 pasukan Muangtahi di bawah P’ya Bodin telah menguasai kerajaan Laos di Vietnam dan Luang Prabang mengakui kedaulatan Muangthai. Pada tahun 1831-1832 mereka memberi hormat pada Hue dengan harapan mendapatkan kemerdekaan dengan cara mmengadu domba. Sekitar tahun 1836-1850 Souka Seum naik tahta di Luang Prabang dan pada tahun 1851, Tiantha koumane menggantikan Souka Seum dan selama pemerintahannya masalah Tran-Ninh muncul lagi dan kerajaan Chieng-khoung dikalahkan oleh Minh-Mang pada tahun 1832. Tindakan Raja Mongkut yang baik budi itu menyenangkan Tiantha Koumane karena Raja Moungkut mengembalikan patung Budha Prabang. Pada tahun 1707, ketika kerajaan dibagi menjadi dua patung Luang Prabang dibawa ke Vietnam dan kemudian P’ya Bodin menghancurkan Vietnam pada tahun 1828 lalu patung itu dibawa ke Bangkok.
Tahun 1864, dan 5 tahun sebelum Tiantha Koumane meninggal dunia, para pengungsi mulai berdatangan dari cina barat ke Tongking dan berbagai negara Laos. Tindakan Muangthai menyebabkan Quai d’orsay mengeluarkan nota peringatan pada Bangkok dan mengundang pemerintah Hue untuk merumuskan tuntutan atas Luang Prabang. Tahun 1868 Auguste Pavie pindah ke Departemen Pos dan Telegraph di Cochin Cina, setelah perang antara Perancis dan Rusia ia tinggal di Kampot, sebuah pelabuhan Kamboja di Teluk Siam. Pada tahun 1885 serangan Muangthai atas Kubu pertahan Ho di Tung Chieng Kham gagal dan Vai Voront muncul dengan kemenangan dan menyatakan bahwa seluruh negeri itu telah di bersihkan dari penyerangan-penyerangan.
Setelah menerima berita tentang kehancuran itu Chulalongkron mengundang Oun Kham ke Bangkok dan Vai Voront menerima gelar P’ya Surrissak, dan pada bulan Oktober ia menerima penyerahan Bendera Hitam dan pada bulan Desember P’ya Surrissak membuat penyerahan resmi atas nama Muangthai.

                          MUANGTHAI DI BAWAH MONGKUT DAN CHULALONGKORN
                                                                            (1851-1910)
1.    MONGKUT
Mongkut menjadi raja pada tahun 1851. Sebelum menjadi raja, Mongkut menjadi seorang pendeta pada tahun 1824-1851 didalam suatu biara mendalami ajaran-ajaran Barat dan bahasa Latin. Mongkut pernah berpendapat “jika Siam ingin tetap merdeka, maka Siam harus dibangun secara Barat untuk mengimbanginya.
Mongkut pada tahun 1855 membuat perjanjian persahabatan dan perdagangan dengan Inggris sperti :
•    Membatasi bea yang harus dibayar atas barang-barang yang di impor oleh pedagang-pedagang Inggris sampai 3 %.
•    Memperkenankan impor candu bebas bea tetapi tunduk pada pembatasan-pembatasan yang pasti diperlukan, dan menetapkan bahwa ekspor akan terkena bea menurut persetujuan yang direncanakan.
•    Warga Inggris diperkenankan membeli atau menyewa tanah dekat ibu kota, dan tak ada bea tambahan macam apapun yang mungkin akan dikenakan.
Pada tahun 1856 utusan Napoleon III dari Perancis diterima dengan baik di Bangkok. Missionaris-missionaris Perancis diberi kebebasan mendirikan sekolah-sekolah, seminari-seminari, gereja-gereja meskipun raja memeluk Budha secara kuat. Tetapi perdagangan Perancis gagal membuat banyak kemajuan menghadapi persaingan Inggris. Dan ketika Perancis mulai meluaskan diri di Chonci China dan kepentingannya berbenturan dengan kpentingan Muangthai di Kamboja, sehingga Mongkut menjadi tidak senang.
Mongkut meninggal pada tahun 1868 dikarenakan sakit malaria. Perhatian Mongkut pada ilmu pengetahuan menyebabkan kematian, pada waktu itu akan terjadi gerhana matahari total pada tanggal 18 Agustus tahun itu,  dan karena akan terlihat dari Semenanjung Muangthai sebuah ekspedisi ilmiah Perancis memilih Sam Roi Yot, diteluk Siam 140 mile diselatan Bangkok, sebagai tempat untuk mempelajarinya. Mongkut berbuat semua yang dapat mensukseskan ekspedisi itu dengan membersihkan hutan dan mendirikan rumah-rumah. Di berfikir kesempatan yang indah untuk menunjukan pada rakyatnya betapa pentingnya ilmu pengetahuan itu. Semua berjalan lancar, gerhana terlihat jelas. Tetapi tempat itu tempat malaria dan raja jatuh sakit demam segera setelah sampai ke istana. Ia meninggal dunia bulan berikutnya.

2.    Chulalongkorn
Chulalongkorn adalah rama V pada usia 16 tahun. Karena masih 16 tahun, pemerintahannya dipegang Bupati Konservatif Caopraga Si Suriyawongse. Chulalongkorn merupakan raja terbesar Muangthai. Ia pernah mengunjungi luar negeri baik Jawa maupun India.
Chulalongkorn dilantik pada tahun 1873, dan pada tahun 1874 Chulalongkorn mendekritkan :
    Penghapusan perbudakan
    Penjualan diri karena hutang
    Penghapusan rumah-rumah judi
Kemajuan pada masa Chulalongkorn :
    Kereta api dibangun
    Sembilan belas pembangunan, tiga buah sekolahan
o    Sunandalaya sekolah perempuan untuk kaum bangsawan
o    King College sekolah laki-laki untuk kaum bangsawan
o    Sekolah golongan menengah
Krisis Siam disebabkan oleh baik Inggris ataupun Perancis ingin menguasai Siam sebagai tanah jajahan. Adapun juga sebab khususnya adalah pada tahun 1893
Perancis memblokir bangko karena batas wilayah Siam dan Indocina, Inggris kecam karena ganggu perdagangan Siam dengan Inggris.
Perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh Chulalongkorn :
     Perjanjian Siam dengan Perancis (1893) yaitu Siam melepaskan daerahnya sebelah Timur Sungai Mekong
     Perjanjian Inggris dengan Perancis (1896) yaitu kemerdekaan Siam harus dihormati menjadi Negara pemisah antara imprealisme Inggris dan Perancis.

Jumat, 05 April 2013

Makalah Buku Teks

                                                                     BAB I
                                                           PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebelum memulai  cara penulisan buku teks pelajaran, kita akan membahas sedikit apa itu buku ? Buku adalah kumpulan dari lembaran kertas yang berisi tulisan (pesan atau informasi) lalu dijilid menjadi satu serta diberi cover. Ada jumlah minimal halaman pada buku, menurut UNESCO, sebuah buku harus memiliki jumlah halaman minimal 48 halaman.Buku memiliki banyak jenis salah satunya buku berdasarkan peruntukkannya yang dibagi mennjadi dua yaitu buku sekolah dan buku umum. Buku teks pelajaran termasuk kedalam kategori buku sekolah.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 1, buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik  dan kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
Buku teks pelajaran dapat digunakan oleh guru serta siswa. Dalam penulisan buku teks pelajaran ada standar yang harus dipenuhi antara lain : kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran. Dalam penulisan buku teks pun ada kemampuan yang harus dimiliki penulisnya dalam menulis seperti penulis harus mengetahui apa yang ia tulis dalam arti lain penulis harus menguasai materi yang akan ditulis. Oleh karena itu dalam pembuatan atau penulisan buku teks pelajaran tidaklah sembarangan, penulisannya harus memerhatikan ke-4 standar tadi. Makalah ini akan membahas tentang dasar-dasar penyusunan serta langkah - langkah apa saja yang harus diperhatikan dalam penulisan buku teks.
 
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperoleh permasalahan antara lain:
1.    Bagaimana Pengertian buku teks tersebut ?
2.    Dasar – dasar penyusunan buku teks ?
3.    Bagaimana Langkah – langkah dalam membuat buku teks ?
C.    Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kurikulum dan Buku Teks sejarah serta untuk menambah wawasan dan Ilmu kita tentang Kurikulum dan buku teks sejarah pada umumnya dan Langkah – langkah dalam pembuatan buku teks pada khususnya
D.    Metode dan Prosedur
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi maupun materi dari berbagai sumber buku



 
BAB II
PEMBAHASAN
1)    Pengertian Buku teks
Secara umum pengertian buku adalah sebagai karya tulis ilmiah baik hasil tinjauan maupun hasil penelitian yang disusun sedemikian rupa menurut persyaratan tertentu yang ditetapkan dan diterbitkan.  Menurut Totok Djuroto buku dibedakan berdasarkan tujuannya, yaitu buku teks, buku pegangan, dan buku pelajaran.
Buku teks biasanya dibuat sebagai sumber informasi ilmiah yang digunakan baik oleh masyarakat umumnya maupun oleh kalangan masyarakat ilmiah, yang dibuat oleh ahli keilmuan tertentu. dosen  atau widyaiswara  untuk mata kuliah, mata diklat  yang diajarkannya, bisa jadi seorang guru, dosen dan widyaiswara membuat buku pelajaran  yang tidak diajarkannya asal menguasai ilmunya.
Buku pegangan, dimaksudkan adalah bentuk karya tulis ilmiah yang bertujuan memberikan petunjuk cara mengoperasionalkan suatu barang yang sudah ada
Buku pelajaran adalah kelompok karya tulis ilmiah, tetapi dibuatnya bukan berdasarkan hasil penelitian, tetapi materi pelajaran atau mata kuliah suatu ilmu pengetahuan tertentu sesuai kebutuhan dalam pembelajaran bidang studi tertentu.
Dalam bagaian buku suatu mata pelajaran yang dapat merupakan suatu kesatuan yang utuh  dan dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar sebagai alat bantu diklat yang disusun secara sistematik dari yang mencakup tujuan dan uraian materi
2)    Dasar – Dasar Penyusunan Buku Teks
Penyusunan buku teks digunakan dua patokan. Patokan pertama bersifat umum yang berlaku bagi setiap buku teks. Patokan kedua bersifat khusus yang berlaku bagi buku teks tertentu saja, misalnya, buku teks Matematika, buku teks Biologi, dan buku teks Bahasa Indonesia.
Patokan umum biasanya bersumber dari kurikulum. Sementara itu, patokan khusus bersumber dari karakteristik setiap mata pelajaran.

Patokan umum yang berlaku bagi setiap buku teks meliputi:
1.    Pendekatan: Keterampilan proses yang meliputi:
a)    Mengamati
b)    Menginterpretasikan
c)    Mengaplikasikan konsep
d)    Meramalkan
e)    Merencanakan dan melaksanakan penelitian
f)    Mengkomunikasikan hasil penelitian
2.    Tujuan:
a)    Kognitif
b)    Afektif
c)    Psikomotorik
3.    Bahan Pengajaran
a)    Membaca
b)    Kosakata
c)    Struktur
d)    Menulis
e)    Pragmatik
4.    Program
a)    Kelas
b)    Semester
c)    Jam pelajaran
5.    Metode
a)    Ceramah
b)    Penjelasan (informasi)
c)    Pelatihan
d)    Penugasan
e)    Mandiri
f)    Kerja kelompok
g)    Diskusi
h)    Simulasi
i)    Dramatisasi
j)    Inkuiri
k)    karyawisata
6.    Sarana dan sumber
a)    Buku paket
b)    Buku pelengkap
c)    Papan planel
d)    Lembar peraga
e)    Peta, huruf
f)    Kata
g)    kalimat
7.    Penilaian
a)    Pertanyaan mengenai isi
b)    Mengisi
c)    Interpretasi
d)    Memeriksa kembali
e)    Mengubah bentuk
f)    Praktek
g)    Penampilan
h)    definisi
8.    Bahasa
Bahaasa buku teks haruslah baik dan benar, sesuai dengan taraf pembacaanya, dan komunikatif. Oleh karena itu, bahasa buku teks haruslah :
a)    Sesuai dengan bahasa siswa
b)    Kalimat-kalimatnya efektif
c)    Terhindar dari makna ganda
d)    Sederhana
e)    Sopan dan menarik
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kurikulum sebagai bahan pertimbangan dalam penulisan buku teks meliputi:
a.    Pendekatan
b.    Tujuan
c.    Bahan pengajaran
d.    Program
e.    Metode
f.    Sarana/sumber
g.    Penilaian
h.    Keterangan
Dasar-dasar penyususnan buku teks yang masih umum sifatnya, dapat dikembangkan dengan cara penambahan dan pengisian butir-butir yang relevan dengan taraf mata pelajaran.
Adapun dasar-dasar dalam pembuatan buku teks antara lain:



3)    Langkah – Langkah dalam membuat buku teks
Seperti penjelasan di atas bahwa untuk membuat atau menulis sebuah buku teks pelajaran memerlukan kemampuan yang cukup, setidaknya penulis menguasai materi yang akan ditulis ke buku ajar tersebut. Selain itu juga seorang penulis juga harus memerhatikan ke-4 hal yaitu kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan karena  buku teks harus terbaca dan terpahami oleh setiap siswa berdasarkan jenjang dan kategorinya. Dibawah ini merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan. Penulisan buku teks pelajaran dapat diawali dengan langkah - langkah sebagai berikut :

1)    Penulis membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD).
SKKD adalah standar isi buku yang mengacu kepada kurikulum yang sedang digunakan. Penulis juga bisa melihat Permendiknas Nomor 22 Tahun berisi Standar Isi. Standar Isi itu berisi materi-materi umum yang masih perlu dijabarkan. Materi umum itu disebut Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD).

2)    Menyusun peta konsep.
Peta konsep yang dimaksud seperti daftar isi. Peta konsep digunakan untuk mendistribusikan materi yang mengacu pada SKKD.

3)    Pada tahap ini penulis mulai mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD dan dijabarkan sesuai dengan peta konsep yang dibuat tadi.
Dalam mengumpulkan materi penulis sebaiknya memperhatikan hal ini seperti :
    Materi yang dikumpulkan dari berbagai sumber sebaikknya memuat sekurang kurangnya dari materi minimal yang harus dikuasai peserta didik.
    Isi materi harus relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
    Materi sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
    Materi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat itu
    Materi sesuai dengan jenjang dan sasaran
    Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
    Pada materi tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara maupun pornografi.
Setelah penulis memperhatikan hal-hal yang diatas sekaligus telah mengumpulkan berbagai sumber/referensi materi, maka penulis mulai langkah penyajian dari materi yang telah dikumpulkan tadi. Syarat dari penyajian yang baik antara lain :
    Penyajian dari materi tersebut haruslah teratur serta sesuai dengan BAB materi
    Saling memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual maksudnya adanya keterkaitan antar materi yang disajikan.
    Buku yangyang dibuat dapat menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
    Buku dapat menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
    Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
    Penyajian menggunakan bahasan ilmiah dan formal

Lalu masih ada yang harus penulis perhatikan yaitu bahasa yang digunakan dalam buku teks pelajaran yang akan dibuat: Adapun syarat bahasa dalam buku yaitu :
    Buku teks menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan  sasaran pembaca.
    Menggunakan istilah, kosakata, indeks, simbol yang mempermudah pemahaman pembaca
    Menggunakan kata-kata terjemahan yang dibakukan
Dan yang terakhir penulis perhatikan ialah ilustrasi. Penggunaan ilustrasi pada buku teks pun juga memiliki syarat sendiri antara lain :
    Relevan dengan konsep, prinsip yang disajikan.
    Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
    Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
    Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang dapat membantu memperjelas materi.
Jadi pada langkah ke-3 ini secara garis besar ada 4 hal penting yang harus diperhatikan oleh penulis antara lain isi,penyajian,bahasa dan ilustrasi.


4)    Menulis sesuai dengan sistematika atau kerangka dari buku teks
Penulis dapat memulai penulisannya dengan sesuai sistematika penulisan buku teks. Sistematika dari isi buku teks meliputi :
Bagian awal :
    Halaman cover, berisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
    Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul,  tahun terbit, nama depertemen
    Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
    Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
Bagian isi :
    Bagian ini berisi bab-bab, setiap bab terdiri sub bab-sub bab
    Pokok pokok bahasan
    Memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab.
    Berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.
Bagian akhir
    Lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut
    Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
    Kepustakaan
    Indeks yaitu pencantuman  indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu
5)    Langkah berikutnya bisa disebut penulis melakukan penyuntingan terhadap buku ajar.
Penulis bisa melihat instrumen penilaian buku teks pelajaran untuk menyunting. Dengan menyunting, penulis dapat mengetahui kesalahan-kesalahan pada penulisan sebelumnya.


 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Buku teks dan kurikulum berkaitan erat sekali, buku teks yang baik selalu menunjang pelaksanaan kurikulum. Keberadaan bukunteks dan kurikulum dapat digambarkan dengan empat kemungkinan. Kemungkinan-kemungkinan itu, antara lain :
a.    Buku teks mendahului kurikulum
b.    Kurikulum mendahului buku teks
c.    Kurikulum bersamaan diumumkan dan digunakan
d.    Buku teks dan kurikulum berjalan sendiri-sendiri
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kurikulum sebagai bahan pertimbangan dalam penulisan buku teks meliputi:
a.    Pendekatan
b.    Tujuan
c.    Bahan pengajaran
d.    Program
e.    Metode
f.    Sarana/sumber
g.    Penilaian
h.    Keterangan
Dasar penyusunan buku teks ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Dasar penyusunan buku teks yang bersifat umu, sesuai dengan sifatnya yang umum, berlaku bagi setiap mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku. Dasar-dasar penyusunan buku teks yang bersifat khusus hanya berlaku bagi mata pelajaran tertentu saja.
Buku menjadi media yang masih digunakan hingga saat ini. Buku sebagai salah satu media dalam penyampaian ilmu pengetahuan menjadi alat yang beperan penting bagi pendidikan. Buku teks pelajaran merupakan buku yang digunakan dalam satuan pendidikan di indonesia. Oleh karena itu dalam penulisan buku pelajaran kita harus memperhatikan berbagai aspek sehingga buku yang dibuat tepat sasaran dan mampu mencerdaskan pembaca bukan membodohi pembaca. Sebagai seorang yang bergerak dalam dunia pendidikan kita harus mampu membuat buku yang lebih baik. Cara-cara penulisan buku pun harus diperhatikan agar buku menjadi lebih bermanfaat dan sekedar tidak menulis asal-asalan guna memenuhi kepentingan pribadi.
Maupun langkah – langkah yang perlu diperhatikan  dalam penulisan buku teks seperti:
1)    Penulis membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD).
2)    Menyusun peta konsep.
3)    Pada tahap ini penulis mulai mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD dan dijabarkan sesuai dengan peta konsep yang dibuat tadi.
4)    Menulis sesuai dengan sistematika atau kerangka dari buku teks
5)    Langkah berikutnya bisa disebut penulis melakukan penyuntingan terhadap buku ajar.

B.    Saran
Sebaiknya kita sebagai calon guru haruslah mengetahui dan mempelajari Langkah-langkah Dalam Pembuatan Buku Teks. Karena ini sangat diperlukan sekali apabila kita menjadi guru nanti dan juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita dalam pembuatan buku teks dan tidak hanya menyangkut dari makalah ini saja. 
Daftar Pustaka

1)    http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/15/cara-mudah-menulis-buku/
2)    http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/11/teknik-menyusun-buku-teks/
3)    http://aguswuryanto.wordpress.com/2010/09/02/pembuatan-buku-teks-pelajaran/
4)    http://fikarsul10.blogspot.com/2012/06/makalah-penulisan-bahan-ajar-dan-buku.html
5)    http://sawali.info/2007/07/15/menulis-buku-teks/
6)    Guntur Henry. (1984) Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa